Bhutan, negeri yang terkenal dengan kekayaan budaya dan spiritualitasnya, memiliki berbagai institusi yang bertujuan untuk menjaga seni tradisional tetap hidup. Salah satu lembaga situs bet 200 paling menonjol dalam bidang ini adalah Choki Traditional Art School (CTAS). Sekolah ini berperan penting dalam melestarikan seni dan kerajinan tradisional Bhutan sekaligus memberikan kesempatan pendidikan bagi generasi muda yang kurang mampu.
Terletak di kabupaten Kabisa, dekat Thimphu, sekolah ini menawarkan pelatihan seni Bhutan klasik, termasuk melukis thangka, ukiran kayu, dan patung. Tidak hanya menjadi pusat pendidikan seni, sekolah ini juga berfungsi sebagai pusat warisan budaya yang menarik bagi wisatawan dan pecinta seni.
Sejarah dan Misi Choki Traditional Art School
Choki Traditional Art School didirikan oleh Dasho Choki Dorji, seorang seniman terkenal yang memiliki visi untuk melestarikan seni Bhutan sambil memberikan pendidikan kepada anak-anak kurang mampu.
Tujuan utama sekolah ini adalah:
- Melestarikan seni dan kerajinan Bhutan melalui pendidikan formal.
- Memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh keterampilan yang berharga.
- Memastikan generasi mendatang memiliki apresiasi dan keterampilan dalam seni tradisional Bhutan.
- Menyediakan produk seni berkualitas tinggi yang dapat dinikmati oleh wisatawan dan kolektor seni.
Sejak didirikan, sekolah ini telah melatih banyak siswa yang kemudian menjadi seniman dan pengrajin terampil di Bhutan dan luar negeri.
Apa yang Dipelajari di Choki Traditional Art School?
Di CTAS, siswa diajarkan berbagai bentuk seni tradisional Bhutan yang dikenal sebagai Zorig Chusum, atau 13 Seni dan Kerajinan Bhutan, yang juga diajarkan di National Institute for Zorig Chusum. Beberapa keterampilan utama yang dipelajari di sekolah ini meliputi:
1. Lhazo (Lukisan Tradisional)
Seni lukis tradisional Bhutan mencakup pembuatan thangka (lukisan religius pada kain) dan mural kuil. Thangka Bhutan terkenal dengan detail dan penggunaan warna alami yang kaya.
2. Parzo (Ukiran Kayu, Tulang, dan Batu)
Siswa belajar mengukir kayu untuk membuat dekorasi rumah, ukiran pintu dan jendela, serta patung keagamaan dari kayu dan batu.
3. Jimzo (Seni Patung)
Pembuatan patung Buddha dan Bodhisattva dari tanah liat atau logam merupakan keterampilan penting yang diajarkan di sekolah ini.
4. Thagzo (Tenun Tradisional)
Seni menenun adalah salah satu seni paling terkenal di Bhutan. Siswa diajarkan cara membuat kain tenun dengan pola unik khas Bhutan.
5. Tsharzo (Kerajinan Bambu dan Kayu)
Di sini, siswa belajar membuat berbagai peralatan rumah tangga, wadah, serta objek seni dari bambu dan kayu.
Selain pelajaran seni, siswa juga mendapatkan pendidikan umum dalam mata pelajaran seperti matematika, bahasa Bhutan, dan studi sosial, sehingga mereka memiliki keterampilan yang lebih luas untuk masa depan mereka.
Daya Tarik Choki Traditional Art School bagi Wisatawan
Sekolah ini tidak hanya menarik bagi siswa dan seniman, tetapi juga menjadi destinasi wisata unik di Bhutan. Pengunjung dapat:
1. Menyaksikan Siswa dalam Proses Pembelajaran
Wisatawan dapat mengunjungi sekolah dan melihat langsung bagaimana siswa bekerja dalam melukis thangka, mengukir kayu, atau membuat patung.
2. Membeli Karya Seni Autentik Bhutan
Sekolah ini memiliki galeri seni dan toko suvenir, di mana pengunjung dapat membeli hasil karya siswa. Ini tidak hanya mendukung siswa secara finansial, tetapi juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk membawa pulang seni Bhutan yang autentik.
3. Berinteraksi dengan Siswa dan Guru
Pengunjung dapat berbicara langsung dengan siswa dan guru untuk memahami lebih dalam tentang proses pembelajaran dan pentingnya seni dalam budaya Bhutan.
4. Mengikuti Workshop Seni Singkat
Beberapa kursus singkat disediakan bagi wisatawan yang tertarik untuk mencoba seni Bhutan, seperti melukis thangka atau ukiran kayu.
Keunikan Choki Traditional Art School Dibanding Sekolah Seni Lain
- Berorientasi Sosial – CTAS adalah satu-satunya sekolah seni di Bhutan yang secara khusus memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak kurang mampu.
- Fokus pada Warisan Bhutan – Semua pelatihan di sini berfokus pada seni dan kerajinan tradisional Bhutan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
- Menyediakan Lapangan Kerja – Banyak lulusan CTAS yang langsung bekerja sebagai seniman atau pengrajin profesional setelah menyelesaikan pendidikan mereka.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Choki Traditional Art School
- Mengunjungi kelas seni dan menyaksikan proses pembelajaran siswa.
- Melihat pameran karya seni yang dibuat oleh siswa.
- Membeli produk seni asli Bhutan langsung dari sekolah.
- Mengikuti kursus singkat untuk mencoba teknik seni Bhutan.
- Mengambil foto suasana kelas dan karya seni unik Bhutan.
Tips Berkunjung ke Choki Traditional Art School
- Datang di jam sekolah untuk melihat langsung kegiatan siswa.
- Bawalah uang tunai jika ingin membeli karya seni sebagai suvenir.
- Hormati siswa dan guru dengan berbicara pelan dan tidak mengganggu kelas.
- Coba workshop seni singkat untuk pengalaman yang lebih mendalam.
- Luangkan waktu setidaknya satu jam untuk menikmati seluruh pengalaman di sekolah ini.
Choki Traditional Art School bukan hanya tempat belajar bagi siswa kurang mampu, tetapi juga pusat pelestarian seni dan budaya Bhutan yang sangat penting. Dengan program pelatihan seni yang mendalam, kesempatan pendidikan bagi generasi muda, dan keterlibatan aktif dalam menjaga warisan seni Bhutan, sekolah ini menjadi destinasi yang sangat menarik bagi wisatawan yang ingin memahami seni Bhutan lebih dekat.
Jika Anda berkunjung ke Bhutan, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana seni Bhutan diwariskan kepada generasi mendatang di Choki Traditional Art School!